BPS : Neraca Perdagangan Indonesia November 2021 Kembali Catatkan Surplus US$3,51 Miliar

BPS : Neraca Perdagangan Indonesia November 2021 Kembali Catatkan Surplus US$3,51 Miliar


Foto : Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono dalam sebuah video conference | Rabu, (15/12/2021)


Jakarta, 15 Desember 2021-
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono mengumumkan perkembangan ekspor dan impor di Indonesia per November 2021 pada, Rabu (15/12).


Perkembangan nilai ekspor di bulan November  2021 mencapai US$22,84 miliar atau naik 3,69% dibandingkan ekspor Oktober 2021. Jika dilihat berdasarkan migas dan nonmigas di bulan November 2021, ekspor Indonesia menurut migas nya mencapai US$1,33 miliar atau naik 29,95% dibandingkan Oktober 2021. Sedangkan, untuk ekspor non-migas di bulan November tercatat sebanyak US$21,51 miliar naik 2,40% dibanding Oktober 2021. 


Margo Yuwono mengatakan, bahwa secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-November 2021 mencapai US$209,16 miliar atau naik 42,62% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020. Demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$197,98 miliar atau naik 42,00%. Ia memaparkan mengenai peningkatan terbesar ekspor nonmigas November 2021 terhadap Oktober 2021 terjadi pada komoditas bahan bakar mineral sebesar US$211,3 juta (5,39%), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$811,4 juta (24,17%).


Kemudian menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–November 2021 naik 35,42% dibanding periode yang sama tahun 2020, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 4,03% dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 94,28%. 


Sementara, nilai impor Indonesia November 2021 mencapai US$19,33 miliar, naik 18,62% dibandingkan Oktober 2021 atau naik 52,62% dibandingkan November 2020. Untuk Impor migas November 2021 senilai US$3,03 miliar atau naik 59,37% dibandingkan Oktober 2021 atau  naik 178,79 persen dibandingkan November 2020. Sedangkan, Impor nonmigas November 2021 senilai US$16,30 miliar, naik 13,25% dibandingkan Oktober 2021 atau naik 40,79% dibandingkan November 2020.


Peningkatan impor golongan barang nonmigas terbesar November 2021 dibandingkan Oktober 2021 adalah mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya US$425,5 juta (25,61%). Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–November 2021 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada barang konsumsi US$4.752,5 juta (36,73%), bahan baku/penolong US$38.737,9 juta (41,65%), dan barang modal US$4.217,0 juta (19,92%).


Selanjutnya, Kepala BPS pun turut menyampaikan terkait dengan neraca perdagangan Indonesia pada bulan November 2021 mengalami surplus US$3,51 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$5,20 miliar. Sedangkan di sektor migas terjadi defisit US$1,69 miliar, “pada bulan November 2021 terjadi surplus US$3,51 miliar, ini terjadi karena ekspor kita masih lebih tinggi dibandingkan impor. Dimana ekspor kita pada bulan November ini tercatat US$22,84 miliar, dan impor kita di bulan November itu tercatat US$19,33 miliar,” jelas Margo Yuwono dalam sebuah video  conference, pada Rabu (15/12)


Berdasarkan komoditas, yang menyumbang surplus terbesar di bulan November 2021 ini berasal dari bahan bakar mineral (HS 27), kemudian diikuti lemak minyak hewan nabati, serta dari besi dan baja (HS 72). “dan kalau dilihat dari negara penyumbang surplus terbesar itu adalah dengan Amerika Serikat (US$ 1,8 miliar), kemudian dari negara Filipina (US$ 801,8 juta), dan dengan negara Malaysia sebesar (US$ 687,8 juta),” tutup dia










 



Komentar