Festival Edukasi Bank Indonesia 2021, Menjadi Salah Satu Upaya BI Untuk Mendukung Pembangunan Ekonomi di Indonesia
Tangkapan layar| dalam acara Festival Edukasi Bank Indonesia pada, Jum'at (08/10/2021) |
Jakarta, 08 Oktober 2021- Bank Indonesia kembali menggelar acara Festival Edukasi (FesKaBi) 2021, acara yang diadakan setiap tahun oleh Bank Indonesia ini, sebelumnya dikenal sebagai BI goes to campus, yang merupakan bagian dari program edukasi tahunan Bank Indonesia, untuk mensosialisasikan dan mengkomunikasikan program-program strategi Bank Indonesia kepada publik, khususnya untuk generasi milenial. Dan tema FesKaBi tahun ini dipusatkan seputar tema cinta, bangga dan paham rupiah serta kaitannya dengan fungsi rupiah sebagai penyimpan nilai, seperti investasi dengan tag line “Yuk Optimalkan Upaya Agar Rupiah Berjaya”, tema tersebut diangkat sebagai salah satu upaya untuk mendorong generasi muda untuk turut berkontribusi di pasar keuangan Indonesia, membangun negeri dengan menjadi investor di negeri sendiri. Acara ini dilaksanakan secara online melalui platform zoom meeting dan live streaming YouTube Bank Indonesia, pada Jum'at (08/10/2021).
Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Muhammad Nur, memberikan laporan terkait kegiatan Festival Edukasi Bank Indonesia 2021, “kegiatan kita pada 2021 ini, kita mengambil tema yaitu, yuk optimalkan upaya agar rupiah berjaya. Tema ini, tentu sangat relevan sekali baik itu terkait pelaksanaan tugas di bank Indonesia, maupun terhadap isu-isu ekonomi terkini yang terjadi di negeri kita tercinta. Perlu kami sampaikan bahwa penyelenggaraan FesKaBi ini merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia, untuk terus memberikan pemahaman, mengedukasi kepada lapisan masyarakat, khusus para generasi milenial, agar lebih memahami lagi tentang kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Bank Indonesia, sebagai bank sentral di republik Indonesia,” ujar Muhammad Nur dalam acara festival edukasi bank Indonesia (08/10).
Menurut Direktur Departemen Komunikasi, Bank Indonesia sebagai bank sentral mempunyai peran yang sangat strategis di dalam upaya untuk terus mendukung pembangunan di Indonesia, “kita bersama-sama dengan pemerintah terus mengupayakan untuk bisa mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, sebagaimana yang dicita-citakan, yang tertuang di dalam undang-undang dasar 1945. Bank Indonesia mempunyai tugas utama, yang pertama tentu adalah bagaimana menjaga kestabilan moneter, yang kedua bagaimana menjaga kestabilan sistem keuangan melalui tugasnya dibidang makroprudensial, dan yang tidak kalah pentingnya yaitu bagaimana mendukung kelancaran sistem pembayaran ini menjadi tugas utama Bank Indonesia,” jelasnya
Oleh karena itu Muhammad Nur, sangat berharap kepada generasi milenial yang ikut serta dalam kegiatan FesKaBi 2021 ini, bisa lebih memahami, mengadopsi, dan mengadvokasi setiap kebijakan bank Indonesia, agar masyarakat lebih paham lagi karena dengan upaya itu. Maka, kebijakan bank Indonesia akan menjadi lebih efektif. “kebijakan bank Indonesia yang efektif ini, tentunya juga akan memberikan suatu dampak yang sangat positif, terhadap upaya kegiatan pembangunan di Indonesia. Semoga dari kegiatan FesKaBi yang kita lakukan setiap tahunnya, akan memberikan manfaat yang besar di dalam upaya pembangunan Indonesia, apalagi di masa pandemi saat ini, dimana masyarakat kita sangat membutuhkan perbaikan-perbaikan ekonomi, terutama UMKM kita, dan tentunya ini semua yang akan menjadi perhatian bank Indonesia, juga perhatian bagi pemerintah,” pungkas Direktur Departemen Komunikasi, Muhammad Nur
Dengan demikian, menurutnya bank Indonesia bersama dengan pemerintah akan selalu berkoordinasi untuk mencari jalan keluar dari krisis ekonomi, dan agar rencana pencapaian di Indonesia maju tahun 2045 nanti bisa diwujudkan dengan sebaik-baiknya.
| Deputi Gubernur Bank Indonesia| Doni P. Joewono | dalam sambutannya saat acara Festival Edukasi Bank Indonesia 2021 |
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni P. Joewono juga memaparkan mengenai peningkatan transaksi digital, sering dengan inovasi dan kemudahan mobile banking tersebut, menurutnya. Menjadikan uang elektronik meningkatkan pesat sampai mencapai hampir 4,4%, ini menjadi salah satu hasil peningkatan uang elektronik. “terkait dengan tema kita hari ini, yang menarik dari apa yang sudah saya sampaikan sebelumnya, bahwa seiring dengan pesatnya digital ini, ternyata tidak serta merta untuk menggantikan uang tunai di masyarakat, ini terbukti dari besarnya transaksi e-commerce tadi, dengan istilah COD (cash on delivery) tetap masih tinggi, sekitar hampiri 4,24%, ini membuktikan bahwa ternyata pengguna uang tunai masih sangat diperlukan di masyarakat, untuk itu kita sebagai masyarakat harus cinta, bangga dan memahami mata uang negara kita, dengan cara turut menjaga rupiah ini,” tutur Doni P. Joewono.
Komentar
Posting Komentar