Peran Minerba Untuk Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh

 

Peran Minerba Untuk Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh


Tangkapan layar pada acara virtual meeting (17/09/2021) | pukul 19.00 WIB




Jakarta, 17 September 2021- Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral kembali melaksanakan Minerba Webinar Series Edisi 3, dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Pertambangan dan Energi ke-76 pada tanggal 28 September 2021 yang akan dilaksanakan pada (17/09) pukul 19.00 WIB.


Dengan mengusung tema “Minerba Untuk Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh”, acara yang dihadiri oleh Dr. Ir Elfien Goentoro, MBA (Direktur Utama PT. Dirgantara Indonesia) sebagai salah satu pembicara, dengan topik : peran mineral logam dalam pengembangan teknologi teknologi industri pesawat terbang di Indonesia. Dalam kesempatan ini Elfien Goentoro memaparkan bagaimana Indonesia yang begitu kaya akan potensi mineral dengan sumber daya alamnya untuk dapat memanfaatkan peran mineral logam yang utamanya untuk menunjang pengembangan teknologi industri pesawat terbang yang merupakan salah satu industri yang menjanjikan di masa depan. 


“karena kita adalah negara yang kaya akan mineral dan juga logam-logam, terutama sumberdaya alam pertambangan. Namun, tentunya kita harus memanfaatkan bahwa ini jangan hanya menjadi mineral atau logam bahan baku saja, tatapi bagaimana kita bisa merubah minimal menjadi bahan baku intermediate, agar dapat mengangkat pertumbuhan ekonomi kita (Indonesia) yang rata-rata hanya 5%. Jadi, kalau kita mau menjadi industri yang maju ditahun 2045 setidaknya 9% etlise itu harus dicapai pertumbuhan dan perkembangan yang lebih tinggi.” Jelas Elfien Goentoro


Menurutnya program pemerintah hilirisasi ini sangat penting untuk menjadikan mineral ataupun sumber daya logam ini menjadi suatu produk yang value nya meningkat atau berlipat-lipat, sehingga bisa mensejahterakan rakyat Indonesia, Oleh karena itu Ia berharap jika kekayaan alam Indonesia dimanfaatkan nya, tidak hanya bahan baku tapi juga bisa digunakan menjadi penunjang yang diolah terlebih untuk industri dalam negeri.


Hal ini ditanggapi oleh Ratih Amri, SH,.SE,L.LM (Direktur Eksekutif Indonesia Mining & Mineral Research Institute/IMMRI - Mind ID) sebagai penanggap pada acara webinar kali ini, dalam pemaparannya Ratih Amri menanggapi bahwa bagaimana industri dalam negeri bertumbuh terutama di bidang teknologi, kumudian apa sebenarnya visi negara terhadap pemanfaatan sumber daya alam non-renewable. “kalau kita bicara sumber daya alam, maka kita selalu kembali ke konstitusional low atau UUD 45, tidak semua negara di dunia memiliki suatu arahan yang tegas mengenai pengelolaan atau pemanfaatan sumber daya alam. Tetapi didalam UUD 45 telah ditegaskan bagaimana pemanfaatan sumber daya alam yang non-renewable ini dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat Indonesia.”


Dengan demikian, menurutnya bagaimana sesuatu yang bersifat non-renewable ini dapat dinikmati lintas generasi, kita harus milihat ini sebagai suatu aset berharga itu harus menjadi suatu bahan baku ketahanan, kemandirian, dan bahan baku industri. Karena dengan tumbuhnya industri maka akan menjadi industri yang memberikan multiplayer efek dan mungkin juga akan ada pengembangan silkular ekonomi. Sehingga ini menjadi benefit dan manfaatnya akan dinikmati dilintas generasi.


Yang berarti diharapkan dengan tumbuhnya industri mineral batubara itu dapat membawa Indonesia keluar dari medial income trap, tidak hanya itu saja, tatapi juga menjadi kapabilitas dari sumber daya manusianya. Jadi merupakan suatu bagian dari pengembangan tidak hanya dari sisi ekonomi, namun juga dari sumber daya manusianya. Ia juga menambahkan bahwa “ teknologi maju itu sangat bergantung dengan berbagai mineral, dan kalau kita melihat dari study tersebut menyatakan bahwa dari 2020 itu akan ada peningkatan dimensi terhadap material, di sekitar 70 miliar ton akan menjadi sekitar lebih dari 170 atau lebih 2 kali lipat ditahun 2060. Kebutuhan dunia/global jika dikaitkan dengan pertumbuhan populasi, kemudia juga pertumbuhan material digitalisasi, teknologi. Jadi kita semua bersaing secar ketat terhadap materi atau bahan baku industri.” pungkasnya


Kemudian bagaimana cara menyikapi hal tersebut, menurut Ratih Amri, untuk membuat industri itu bertumbuh itu dibutuhkan ketahanan dari pasokan material pendukungnya. Artinya, kita harus membuat suatu strategi, kita harus membuat prioritas atau daftar prioritas atas kebutuhan material, karena masih banyak material yang dibutuhkan untuk pertumbuhan industri yang di import dan kita bersaing dengan negara lain, yang juga ingin bertumbuh industrinya. Ini artinya, harus dipertemukan antara hulu dan hilir, harus ada koordinasi yang baik antara kebutuhan apa dari hilir, kemudian ini yang kita prioritaskan sehingga kita bisa kembangan atau identifikasi lebih lanjut mengenai keberadaan dari sumber material tersebut. “ dengan informasi-informasi yang lengkap, kita harapkan bisa membuat strategi yang lebih terarah untuk bertumbuh, penting juga dari kementerian dan pemerintah untuk berkoodinasi kuat, kemudian juga dalam menilai dari sisi keekonomian nya.” pungkasnya

http://pnj.ac.id

Kania Nurhaliza_PB5A_Politeknik Negeri Jakarta














Komentar